Sampah Jadi Kumuh Jadi Tidak Sehat

Penulis    : Taufik Hidayat Pulungan

OC         : KMW OC-1 Provinsi Sumatera Utara

Sampah diartikan sebagai benda yang sepele yang tidak dipakai , tidak diinginkan , dan dibuang berasal dari aktivitas dan tidak lainnya bersifat padat.Kita masih banyak beanggapan bahwa sampah ini merupakan barang sepele dan membuangnya sesuka hati kita dimana saja kita berada. Tidak jarang kita melihat pemakai jalan raya seenaknya saja membuang sampahnya didepan dagangannya tanpa merasa risih. Di pinggir jalan terlihat tumpukan sampah yang menyerupai gunung kecil berada terpencar-pencar, di parit-parit terlihat dipenuhi bermacam-macam sampah.Dari kejadian seperti ini bahwa masyarakat masih belum menyadari bahwa sampah yang dibuang ini mempunyai dampak terhadap kesehatan masyarakat dan menimbulkan kekumuhan.

 

Kehidupan manusia dahulunya, sampah belum menjadi masalah tetapi dengan bertambahnya penduduk dimana ruang tetap, semakin hari masalahnya semakin besar.Hal ini jelas bila kita melihat modernisasi kehidupan, perkembangan teknologi, sehingga meningkatkan aktivitas manusia. Sehubungan dengan kegiatan manusia, maka permasalahan sampah akan berkaitan baik dari segi social, ekonomi, maupun budaya. Kesehatan seorang atau masyarakat merupakan masalah social yang selalu berkaitan antara komponen-komponen yang ada dalam masyarakat. Sampah apabila dapat diamankan tidak menjadi potensi yang berpengaruh terhadap lingkungan atau kumuh bisa tidak ada.Namun demikian, bahwa sampah yang dikelola tidak berada pada tempat yang menjamin keamanan lingkungan, sehingga mempunyai dampak terhadap kesehatan Masyarakat dan lingkungan yang kumuh, dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan seperti penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur dengan air minum,penyakit Jamur juga dapat menyebar,penyakit yang dapat menyebar melalui Rantai Makanan dan juga sampah beracun yang dapat membahayakan hidup manusia.

 

Jika dilihat di beberapa daerah, kejadian membuang sampah sembarangan ini sering terjadi di daerah perkotaan. Yang menjadi pertanyaan apakah masyarakat desa lebih baik prilakunya daripada masyarakat kota (renungan bersama).

Banyak dampak yang terjadi akibat sampah yang tidak pada tempatnya. Salah satunya dampak  terhadap lingkungan, cairan rembesan sampah yang masuk kedalam drainase atau sungai akan mencemari air.Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang kedalam air akan menghasilkan asam organic dan gas cair organic seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak, tentunya hal itu dapat membahayakan masyarakat luas.

Tak jarang sampah-sampah yang ada memenuhi parit-parit di sekitar rumah sehingga menyebabkan banjir. Musim penghujan merupakan musim yang tidak mengenak-kan bagi masyarakat aplagi di permukiman yang padat. Parit-parit yang ada tidak mampu mengalirkan air secara maksimal karena terhalang oleh tumpukan sampah. Hal ini mengakibatkan air hujan terbendung dan mengenangi pekarangan rumah. Genangan air yang ada membawa bau yang tidak sedap serta membunuh rumput-rumput di halaman rumah dan ruang – ruang lainnya.

 

Sampah merupakan konsekuensi kehidupan yang sering menimbulkan masalah bagi warga. Jumlahnya akan selalu meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dengan beragam aktivitas. Peningkatan jumlah penduduk berarti peningkatan jumlah timbunan sampah.  Dan semakin beragamnya aktivitas maka beragam pula jenis sampah yang di hasilkan terutama sampah yang berasal dari perumahan. Dalam arti sampah ini dihasilkan oleh penduduk setempat yang melakukan pembuangan sisa-sisa dari barang-barang atau produk-produk yang telah mereka pakai. Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang (Wikipedia).

 

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tidak hanya intervensi secara fisik saja melainkan juga segi sosial, ekonomi maupun budaya atau prilaku hidup masyarakat. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya-upaya pencegahan kumuh, jangan sampai kemudian kumuh 0% berdasarkan luasan yang ada sekarang, tetapi muncul kumuh baru di kawasan-kawasan lainnya.

Untuk tentunya perlu dilakukan langkah-langkah taktis dan berkelanjutan oleh seluruh komponen masyarakat demi kelangsungan hidup manusia.

Sudah saatnya perubahan dalam pengelolaan sampah dilakukan. Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemprosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah (Wikipedia). Pengelolaan sampah yang baik tentu dapat mengurangi dampak negatifnya pada kesehatan, lingkungan dan keindahan dan juga pencegahan kumuh.

 

Pemerintahan Kab/kota dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menangani masalah sampah yang ada. Masalah sampah adalah merupakan isu yang sangat mendesak dan harus menjadi prioritas pemerintah Kab/kota. Keterlibatan dan dukungan dari segenap masyarakat tentunya penting demi terwujudnya program pemerintah.Kebijakkan pemerintah dapat berupa pengalokasian sampah yang ada di Kab/kota ke suatu tempat yang sesuai.tempat yang sesuai harus jauh dari pemukiman penduduk. Kemudian jarak tempat sampah dengan sumber mata air bersih juga harus menjadi perhatian karena sampah-sampah yang dibuang dapat mencemari sumber air bersih. Berbagai penyakit dapat disebabkan oleh sumber air yang tercemar , misalnya sakit perut. Dan yang tidak kalah pentingnya tempat sampah harus jauh dari daerah pertanian dan perkebunan. Sampah yang tidak terurai Non-Biodegradable dapat menyebabkan padatnya tanah dan menutup permukaan tanah. Kedua hal ini mengurangi kesuburan tanah sehingga daerah pertanian tidaklah mampu lagi menghasilkan dengan baik.

Selain itu juga, mengubur sampah merupakan salah satu cara dalam pengelolaan sampah.  Metode ini sangatlah popular di seluruh belahan dunia. Penguburan sampah dapat dilakukan di tanah yang ditinggalkan, lubang bekas pertambangan, atau lubang alam. Suatu tempat penguburan yang dikelola dengan baik menghasilkan tempat pembuangan yang hegenis dan murah.  Penguburan sampah menghindarkan kontak sampah dengan lapisan atmosphere. Sampah yang terekspos  langsung dapat menimbulkan bau yang tak sedap, pemandangan yang tidak menarik dan sarang untuk berbagai jenis mikroorganisme dan makrorganisme penyebab dan pembawa penyakit. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. Contoh nyata: di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah. (Wikipedia)

Khusus sampah-sampah organik dapat dijadikan pupuk organik yang ramah lingkungan (pengolahan biologis). Zat biologis dapat berupa zat tanaman, sisa makanan atau kertas.  Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan. Dengan mengubah sampah organik yang ada dapat membawa keuntungan tersendiri. Pupuk yang berasal dari sampah organik bisa digunakan untuk keperluan pribadi dan bahkan untuk dijual. Bahan pupuk organik sangatlah mudah untuk didapat dan pupuk ini terkenal ramah dengan lingkungan.Sampah non-organik seperti botol-botol dan kaleng bekas dapat dijadikan hal-hal yang berguna dengan sentuhan seni. Dengan kreatifitasnya manusia bisa menciptakan bunga tiruan dengan plastik dan bekas pipet serta mengunakan kaleng bekas untuk potnya. Banyak juga mainan yang bisa dibuat dari sampah-sampah non organik seperti kaleng dan botol, misalnya untuk membuat mobil main-mainan. Singkatnya kita bisa menyulap sampah yang ada menjadi barang yang memiliki nilai seni dan bahkan nilai jual.

Sistem daur ulang merupakan system yang dapat digunakan dalam penanganan sampah. Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang . Ada beberapa cara daur-ulang yang ada; yang pertama dengan mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Kita juga bisa mengunakan sampah yang ada untuk digunakan kembali.Sampah yang biasa dikumpulkanadalahkalengminum aluminum ,kalengbaja makanan/minuman,botol  ,botol kaca , kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lainnya juga bisa di daur ulang..

Pendidikan dan kesadaran dalam  pengelolaan limbah dan sampah tentu sangat penting di dalam masyarakat. Banyak masyarakat yang masih kurang kesadarannya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tentunya pemerintah perlu melakukan penyuluhan tentang pengelolaan sampah yang baik serta memberikan informasi tentang dampak-dampak negative sampah bagi masyarakat dan lingkungan sehingga setiap anggota masyarakat dapat menyadari bahaya sampah yang terus bertambah.