Air Sehat Pengurang Kumuh

Kumuh merupakan masalah permasalahan nasional yang saat ini sedang viral baik itu di media cetak ataupun elektronik. Seperti halnya di medsos banyak akun-akun yang mencerikan terjadinya banjir, rumah yang padat dan tidak teratur, jalanan rusak berat, ekonomi masyarakat yang kurang memadai dan lain sebagainya.  Permasalahan-permasalahan tersebut merupakan bagian dari indikator kumuh yang tahun 2019 ini harus di 0% kan.

Kurangnya air bersih merupakan salah satu indikator kumuh yang sangat menonjol di kelurahan Belawan 2 yang tepatnya berada di lingkungan 33. Walaupun wilayah Belawan dekat dengan laut, akan tetapi di Belawan sangat minim air bersih. Hal ini disebabkan karena kurangnya penghasilan masyarakat kelurahan Belawan dua yang mata pencariannya nelayan untuk memasang jaringan air ke rumahnya. Memasang jaringan air membutuhkan dana hingga jutaan rupiah. Hal tersebutlah yang sulit bagi mereka, penghasilan mereka kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, ditambah lagi untuk memasang jaringan air. Selama ini mereka memenuhi air untuk kebutuhan mereka dengan membeli air dari penjual air, menyaring air laut untuk kebutuhan mandi dan mencuci, untuk minum dan masak mereka menggunakan air galon depot isi ulang. Kalau lah di hitung berapa banyak uang mereka yang keluar untuk membeli air galon, maka hal tersebut akan mempersulit kehidupan ekonomi mereka para masyarakat nelayan yang berada dalam kelompok MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Seperti yang diketahui bahwa 90% tubuh menusia terdiri dari air. Jadi air merupakan hal yang sangat penting bagi hidup manusia.

Kondisi kurangnya debit air tersebut telah lama mereka jalani dengan senyuman dan tawa. Walaupun ada secercah asa di hati mereka untuk memperoleh air yang layak dan berlimpah sehingga mereka tidak kesulitan lagi untuk memperoleh air sehat tanpa harus mengeluarkan uang lebih sehingga menambah beban hidup mereka. Mereka selalu berharap datangnya bantuan pemerintah yang dapat mengatasi permasalahan mereka.

Masuknya PNPM yang sekarang bertransformasi menjadi KOTAKU di Kota Medan pada umumnya dan kelurahan Belawan 2 khususnya memberikan secercah asa bagi mereka untuk memperoleh air sehat. Dengan adanya program tesebut mereka masyarakat lingkungan 33 membentuk suatu KSM dan kemudian mengajukan permohonan ke BKM Rizky agar di wilayah mereka di bangun saran air bersih. Usulan mereka pun di terima di sebabkan usulan mereka telah berada dalam PJM dan juga menjadi prioritas dalam penanggulangan kumuh. Para masyarakat pun sepakat untuk menggalang swadaya baik itu berubah uang kontan ataupun yang lainnya.

 

Saat pengerjaan pembuatan sarana air sehat tersebut dengan anggaran dana sebesar Rp 18.904.000,- masyarakat berbondong-bondong membantu baik tiu berupa tenaga, makanan maupun uang. Mereka bersama-sama dalam menyelesaikan sarana air bersih tersebut. Mereka berbagi  tugas dan fungsinya sehingga dari mereka tidak ada yang duduk santai. Semuanya peduli dan berbagi tugas masing-masing. Kalaulah di hitung swadaya mereka sangatlah besar hampir mencapai 30% dari dana kegiatan. Mereka terus bergotong royong hingga kegiatan tersebut terselesaikan dengan sempurna. Rampungnya sarana air bersih tersebut, warga pun bersorak gembira karena mereka tidak kesulitan lagi dalam memperoleh air bersih. KSM Syukri yang menjadi panitia dalam kegiatan tersebut dan warga berkomitmen untuk  menjaga dan merawat kegiatan sumur bor tersebut karena mereka menyadari pembuatan sumur bor tersebut menelan dana yang tidak kecil dan mereka sepakat untuk tidak meyianyiakannya. Dengan dibangunnya sarana air bersih dalam bentuk sumur bor  tersebut mereka tidak akan kekurangan air lagi dan kebutuhan mereka akan air akan terpenuhi. Mereka para warga dan KSM berterima kasih kepada program atas pembangunan kegiatan tersebut dan mereka berharap program seperti PNPM akan terus berlanjut walaupun program tersebut telah berganti nama.

Photo Kegiatan


Photo Kegiatan 0 %


Photo Kegiatan 50 %


Photo Kegiatan 100 %

Penulis: 

M.Lukman Rangkuti
Senior Faskel Medan