Pemko Medan Dan Tim Kotaku Laksanakan E-Planning

Persoalan kawasan kumuh adalah persoalan pembangunan yang belum berkeadilan, dalam penanganannya diharapkan seluruh pihak mengemban amanah pembangunan yang Adil (berkeadilan) yaitu berjuang menangani kumuh untuk keadilan pembangunan, strategi yang dilakukan untuk menangani kawasan kumuh ini melalui Program Kotaku (kota tanpa kumuh) antara lain melakukan pendekatan penanganan kawasan kumuh yang terfokus dan tuntas, hal ini diharapkan dalam perencanaan hingga pelaksanaannya tidak  terpencar, sehingga selain tujuan penanganan tercapai dan tidak memunculkan masalah baru (kumuh baru), strategi lain dalam penanganannya dilakukan secara komprehensif, yakni infrastruktur, sosial, dan ekonomi dislokasi kumuh dan membangun kolaborasi antar pelaku, program dan pendanaan (tingkat komunitas, daerah dan pusat).

Dalam hal ini pemerintah kab/kota berperan sebagai Nakhoda yang menjadi pengendali berbagai kegiatan penanganan kumuh di wilayahnya dan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif, khususnya melalui revitalisasi peran BKM dalam percepatan penanganan kumuh di wilayahnya.

Berkaitan dengan itu, Pemerintah Kota Medan bersama Tim Kotaku bekerjasama dengan KPK di tahun 2017 ini telah melakukan penyusunan perencanaan pembangunannya dengan aplikasi E-Planning, Perubahan paradigma dalam program kotaku  yang semula merupakan program pusat  yang diharapkan bergeser menjadi program pusat mendukung program daerah dan masyarakat, di tahun 2017 ini Pemerintah kota Medan telah melakukan perubahan di bantu tim kotaku Kota Medan yang di komandoi M.Ridho Lubis berhasil merubah paradigma membangun sesuai yang diharapkan program.

Dalam pelaksanaannya, pelaku program kotaku di kota Medan  telah mampu melayani Pemda, advokasi pemda dan stakeholders dan menjadikan pemda sebagai aktor utama  pengendalian program pembangunan kawasan kumuh terlihat, (hhtp://youtu.be/z18PKJDMGdo) pada selasa 10 Januari 2017 di ruang rapat 3  Walikota lantai 4,  jalan Kapten Maulana Lubis Kota Medan, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan informatika Kota Medan, Drs. Darussalam Pohan M.AP, serta tim IT yang dipercaya Pemko Medan, untuk membangun aplikasi ini di koordinir yoshida sari.

Pemerintah Kota Medan melalui  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) hingga saat ini sedang  gencar gencarnya mensosialisasikan penggunaan E-Perencanaan Pembangunan Kota Medan untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat bawah, untuk menampung aspirasi tersebut dilakukan dengan Focus Group Discustion (FGD) atau rembuk warga di tingkat lingkungan sehingga diharapkan seluruh aspirasi dapat tertampung di seluruh wilayah pemerintahan Kota Medan. Kegiatan sosialisasi  ini dilaksanaan secara serentak di seluruh Kota Medan dengan harapan penginputan data dapat selesai di akhir Januari 2017 ini, dan dalam pelaksanaannya pemerintah kota Medan memperbantukan Tim Fasilitator “kotaku” , salah satunya di kelurahan kota bangun hhtp://www.mebidangnews.com/2017/01/lurah-kota-bangun-kecamatan-medan-deli.html

Terkait E-Planning, hingga sekarang teman-teman tim kotaku kota Medan masih terus melakukan sosialisasi dan input data perencanaan (e-planning) terkait penanganan kumuh dan kemiskinan, hal ini merupakan salah satu tujuan pendampingan  program yang mampu membantu pemda memfasilitasi penanganan kawasan kumuh diwilayah dampingannya, dan hasil-hasil perencanaan program kotaku (RPLP) menjadi sumber data bagi pemda setempat (Pemerintah Kota Medan). selain itu, kemampuan pemda untuk mengakomodir seluruh perencanaan pembangunan kawasan kumuh menjadi hal yang sangat patut di apresiasi, termasuk dapat menngalokasikan anggaran penanganannya. Yang menjadi sangat penting adalah bagaimana menjaga hubungan baik ini terhadap pemda dan stakeholder serta masyarakat sehingga cita-cita program dapat tercapai (0 % kumuh tahun 2019).

Dari seluruh data Perencanaan yang dihasilkan masyarakat dan Pemda melalui Program Kotaku yang difasilitasi oleh tim Kotaku Medan,baca (hhtp://www.metro24.co/das/teknologi/tim-kotaku-sosialisaskan-aplikasi-e-perencanaan-pembangunan) rabu, 11 januari 2017, bertempat di kantor Camat Medan Petisah, Jalan Iskandar Muda Medan. Penyuluhan ini di maksud untuk mensosialisakan aplikasi E Planning Pembangunan dan juga memudahkan masyarakat melalui kepling untuk menyampaikan usulan-usulan kegiatan dilingkungannya, kegiatan ini dihadiri seluruh Lurah dan Kepala Lingkungan (kepling) Kecamatan Medan Petisah.

 

 E-Planning ini merupakan saran KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) agar dapat memonitoring secara langsung seluruh kegiatan pembangunan di Wilayah pemerintahan Kota Medan, karena kegiatannya harus menggunakan foto dan video yang di upload di aplikasi ini dan dapat  menghindari penggunaan dana yang tidak efisien, selain itu juga bahwa aplikasi ini (E-Planning) dapat menghindari tumpang tindih kegiatan dibandingkan dengan secara manual, aplikasi perencanaan pembangunan ini akan dijalankan oleh kepala lingkungan tetapi tetap dibawah pengawasan Lurah, dengan harapan program perencanaan pembangunan dari tingkat lingkungan sampai ke tingkat kota  dapat berjalan dengan baik.

Penulis:

Taufik Hidayat Pulungan

TA Capacity Building KMW OC-1 Sumatera Utara